Senin, 02 Juli 2012

SMK Dharma Wirawan - 02 Tanggulangin, Sidoarjo

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Dharma Wirawan – 02, Tanggul Angin.

1) Sejarah berdirinya Sekolah

Sejarah berdirinya Sekolah Menengah Kejuruan Dharma Wirawan – 02 (SMK DW – 02) Tanggul Angin dimulai pada tahun 1993, atas prakarsa Kepala Sekolah SMP Dharma Wirawan – III Bpk. H. Mohammad Basyuni, BA dengan beberapa guru untuk mengantisipasi kecenderungan mulai berkurangnya siswa – siswi SMP. Pada tanggal 30 Maret 1993 Bpk. Drs. Karsono, berkoordinasi dengan Bpk. Basyuni, BA, menemui Bpk. Soehadi Poedjar PW, Sekretaris YAMAWAN Tingkat – I, Jawa Timur, di SMT Penerbangan Pabean – Sedati untuk menyampaikan rencana pembukaan STM Dharma Wirawan. Kemudian diadakan rapat bersama. Selanjutnya dengan dibantu Ibu Agustin, Tata Usaha YAMAWAN Tingkat - I Jawa Timur, dan Bpk. H. Moch. Basyuni mempersiapkan penyusunan/pengetikan Proposal Pengajuan Ijin Operasional. Sedang pengurusan Ijin Operasionalnya dibantu Bpk Drs. Arifin. Ijin Operasional keluar pada tanggal 13 Juli 1993 yang memerlukan biaya sebesar Rp. 600.000,-

Untuk mendapatkan Ijin Operasional, harus melengkapi persyaratan kelengkapan seperti Kepala/Wakil Kepala Sekolah, tenaga guru, dan tenaga administrasi/tata – usaha. Juga Bengkel Dasar Teknik Mesin, meliputi 24 catok/ragum, mesin bor, 30 kikir dan gergaji lengkap. Biaya untuk itu berasal dari Bpk. Drs. Karsono sebesar Rp. 800.000,- dan Bpk. Drs. Sunaryo, sebesar Rp. 250.000,- dan dibantu kelengkapan meja ragum dari Bpk. Soehadi Poedjar PW. SMT Penerbangan Magetan pun ikut membantu peralatan Mesin Bubut Ex Belanda yang dalam kondisi rusak, serta 10 catok/ragum.

Pada bulan Maret 1993, Bpk. Soehadi Poedjar PW, Drs. Karsono, Drs. Sunaryo mendatangi STM Karya Pembangunan di Kabupaten Magetan, untuk mendapatkan bantuan peralatan praktek. Permintaan tersebut disetujui, dan mendapatkan bantuan peralatan berupa : Mesin Trafo Listrik, Peralatan Kelistrikan, Ragum, Kikir, Palu, Tang Jepit, Obeng, Gunting Plat dan Alat peralatan untuk Kerja Plat lainnya.

Kemudian dengan persetujuan Pihak Pengurus Yayasan Dharma Wirawan, dibuatkan Akte Notaris dari Notaris Ali Harjono No. 5/1874 Tanggal 8 Nopember 1994. Sekolah ini berada dalam satu lahan yang sama dengan SMP Dharma Wirawan – 03.

Alamat di Jl. Raden Wijaya No. 28, Kalitengah, Tanggul Angin, Sidoarjo, berdekatan dengan Lokasi Lumpur Lapindo.

2) Status Akreditasi

Pada Tahun 2005 telah mendapatkan Status Akreditasi dari Badan Akreditasi Sekolah dengan Peringkat Akreditasi “B”. Pada Tahun Pelajaran 2009/2010 telah dilakukan Re-akreditasi kembali oleh Badan Akreditasi Sekolah.

3) Visi dan Misi Sekolah :

Visi Sekolah :
Menuju Sekolah yang mampu mencetak lulusan berkualitas dalam iman, taqwa
dan teknologi yang mampu bersaing di era globalisasi.

Misi Sekolah :
a) Meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) bagi
pendidik utamanya pada bidang teknologi;
b) Meningkatkan sistem pengajaran bekerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia
Industri (DU/DI);
c) Meningkatkan mutu manajemen sekolah dengan memberdayakan potensi yang
ada.


4) Pengurus Sekolah

Peresmian dan Pelantikan Pengurus Sekolah STM Dharma Wirawan – III dilakukan oleh Laksma TNI (Purn) R. Suprayitno, mewakili Pimpinan DPD PEPABRI Perwakilan Tk-I Jawa Timur, dengan menetapkan :
Kepala Sekolah : Drs. Karsono
Wakil Kepala Sekolah : Drs. Sunaryo
Waka Kesiswaan : Drs. Arifin
Staf Pengajar : H. Moch. Basyuni, BA.


5) Bantuan Pemerintah

Bantuan dari Pemerintah berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Bantuan Operasional Manajemen (BOM), Bantuan Kegiatan Siswa Miskin (BKSM), Bantuan Tunjangan Fungsional dan Tunjangan APBD untuk Guru per bulan Rp. 200.000,-/ orang, Bantuan Rehabilitasi Kelas Baru (RKB), dan Bantuan Perangkat Peralatan Pembelajaran.
Pada tahun 1993 mendapatkan Bantuan RKB Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp. 50.000.000,- dengan dana pendamping sebesar Rp. 10.000.000,- berasal dari Dewan Guru untuk menambah 2 lokal kelas. Pada tahun 1994 mendapatkan Bantuan RKB dari Pemda Kabupaten Sidoarjo, sebesar Rp. 30.000.000,- untuk membangun 1 lokal, yang digunakan untuk Mushollah.
Dalam Tahun Pelajaran 1997/1998 mendapatkan bantuan BOS sebesar Rp. 10.000.000,- yang dipergunakan untuk membuat Bengkel ukuran 7 x 8 m. Bantuan lainnya diterima dari Pemerintah Daerah Propinsi Jawa Timur berupa Bantuan Rehab pada Tahun Anggaran 2005/2006 sebesar Rp. 75.000.000,- sehingga dapat merehab Ruang Kepala Sekolah, Ruang Administrasi merangkap Ruang Komputer serta pengadaan beberapa perangkat keras komputer. Pada Tahun Anggaran 2009/2010 dapat membangun 2 – Lokal Baru berkat Bantuan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo sebesar Rp. 75.000.000,-. Sedangkan besarnya Bantuan Dana BOS/Partisipasi untuk Tahun Pelajaran 2009/2010 dengan jumlah murid 145 – orang sebesar Rp.110.489.900,-.
Pada Tahun Anggaran 2010/2011 mendapatkan Bantuan lagi dari APBD Pemerintah Propinsi Jawa Timur sebesar Rp.100.000.000,- untuk membangun 2 – lokal. Dan dalam Tahun Anggaran 2011/2012 mendapatkan Bantuan Pemerintah Propinsi berupa Bantuan RKB sebesar Rp. 120.000.000,- yang akan dipergunakan untuk membangun Bengkel Praktek Otomotif serta Kantor Kepala Sekolah/Tata Usaha.

Jumlah Bantuan Pemerintah

No TP Jenis Bantuan Jumlah Bantuan Penggunaan Keterangan
1. 1993/1994 RKB
(Dana pen-damping) Rp. 50.000.000,-
Rp. 10.000.000,-
Membangun 2-lokal baru Pemda Kab.
Guru-Guru
2. 1994/1995 RKB Rp. 30.000.000,- Mushollah Pemda Kab.
3. 1997/1998 BOS Rp. 10.000.000,- Bengkel
4. 2005/2006 Rehab Rp. 75.000.000,- Rg Kepsek APBD Prop.
5. 2009/2010 Rehab
BOS/Part. Rp. 75.000.000,-
Rp.110.489.900,- 2-lokal baru Pemda Kab.
6. 2010/2011 RKB Rp.100.000.000,- 2-lokal baru APBD Prop.
7. 2011/2012 RKB Rp.120.000.000,- Bengkel Otomotif APBD Prop.

PENANDATANGANAN HIBAH SEPEDA MOTOR HONDA – 100 – CB DARI BPK IR. KUSNADI DJATIYUWONO MSc KEPADA KEPSEK UTK SARANA PRAKTEK JURUSAN OTOMOTIF

6) Perkembangan Sekolah

Sekolah memiliki 2 (dua) Jurusan yaitu Jurusan Teknik Mesin Perkakas, dan Jurusan Teknik Listrik Instalasi. Pada awal pembukaannya, Jurusan Teknik Mesin Perkakas mendapatkan siswa sejumlah 49 siswa, dan Jurusan Teknik Listrik Instalasi 12 siswa. Sejak tahun 1995 kelulusan siswa mencapai 100%, kecuali pada TA 2008/2009 hanya meluluskan sebanyak 72,92%. Pada tahun-tahun selanjutnya, dan sejak mendapatkan Status Akreditasi pada program-program kejuruannya dengan Peringkat “B”, pada tahun 2005, perkembangan Sekolah ini cukup signifikan. Pada Tahun Ajaran 2008/2009 jumlah murid mencapai 183 orang.

Kemudian pada Tahun Ajaran 2010/2011 dibuka Jurusan Teknik Permesinan, Jurusan Teknik Komputer Jaringan dan Jurusan Teknik Otomotif, yang mendapatkan siswa untuk Jurusan Teknik Permesinan sejumlah : 43 siswa dan Jurusan Otomotif : 51 – siswa.

a) Jumlah Siswa

Jumlah siswa selama 5 tahun terakhir adalah sebagai berikut :

No. Tahun Pelajaran Jumlah Siswa Jml. Total
Kelas XII Kelas XI Kelas X
1 2005/2006 50 52 76 177
2 2006/2007 56 36 73 165
3 2007/2008 35 58 62 155
4 2008/2009 64 58 49 171
5 2009/2010 59 50 60 169

STAF POLRES SIDOARJO SEDANG MEMBERIKAN CERAMAH
TENTANG PEMBERANTASAN NARKOBA


b) Jumlah Tenaga Pengajar dan Tenaga Administrasi

Jumlah Tenaga Guru Tetap = 4 orang, GTT = 12, Tenaga Administrasi/Satpam = 3 orang; Besaran Honor Mengajar = Rp. 22.000,-/Jam Pelajaran; Gaji Pengelola (dari Wali Kelas sampai Kepala Sekolah) bervariasi dari Rp. 60.000,- s/d Rp. 900.000,-.

KEGIATAN BELAJAR – MENGAJAR DI KELAS BARU



Jumlah Tenaga Pengajar dan Tenaga Administrasi Sekolah

No SDM Jumlah
Keterangan
P/GTY P/GTT L P Jumlah
1 Kepala Sekolah 1 - 1 - 1
2 Guru 3 13 10 6 16
3 Tata Usaha - 2 - 2 2 1 Org Merangkap sbg Guru
4 Pesuruh - 1 1 - 1
Jumlah 4 16 20

c) Prestasi Akademik yang dicapai selama 6 tahun terakhir adalah :

No TP Jumlah Peserta Kelulusan Tidak
Lulus
Keterangan
Siswa % Kelulusan
1 2005/2006 50 50 100% 0
2 2006/2007 56 56 100% 0
3 2007/2008 35 35 100% 0
4 2008/2009 64 43 72,50% 21
5 2009/2010 80 80 100% 0
6 2010/2011 52 52 100% 0

PENGURUS SEKOLAH DAN DEWAN GURU



KEGIATAN PEMBELAJARAN DI KELAS






KEPALA SEKOLAH MEMPERKENALKAN STAF KODIM SIDOARJO
KEPADA PARA SISWA



STAF KODIM MEMBERIKAN SOSIALISASI TENTANG BELA NEGARA




d) Prestasi Bidang Non – Kurikuler /Ekskul

Dalam Bidang Non – Kurikuler/Ekstra Kurikuler, Sekolah telah mengikuti berbagai kegiatan baik pada tingkat Kecamatan maupun Kabupaten, khususnya mengikuti Lomba Gerak Jalan Antar SMK Kabupaten Sidoarjo, serta Kegiatan Kepramukaan.


GERAK LANGKAH TEGAP DAN GAGAH DARI PARA SISWA SMK DW-02
DLM MENGIKUTI LOMBA GERAK JALAN SE KEC. TANGGUL ANGIN




e) Fasilitas Pendukung Belajar – Mengajar yang ada :

No Ruang Jumlah Ruang Kondisi Keterangan
1 Kelas 6 Baik
2 Bengkel (Praktek) 2 Baik
3 Lab. Komputer 1 Baik
4 Tata Usaha 1 Baik
5 Kepala Sekolah 1 Baik
6 Guru 1 Baik
7 UKS 1 Baik
8 Perpustakaan 1 Baik
9 Gudang 1 Baik
10 Km Mandi/WC Guru 1 Baik
11 Km Mandi/WC Murid 1 Baik


7) Keterserapan Lulusan

Keterserapan Lulusan SMK DW-02 adalah pada industri-industri di daerah Tanggul Angin, Surabaya dan sekitarnya, serta sebagian telah membuka usaha perbengkelan mandiri.





PENGARAHAN PENGURUS YAMAWAN DALAM MENINGKATKAN KOORDINASI DAN KEBERSAMAAN SEKOLAH


SEGENAP DEWAN GURU BERTATAP MUKA DENGAN TIM YAMAWAN


LABORATORIUM KOMPUTER


IBU GURU SEDANG MEMBERIKAN PENJELASAN
MATA PELAJARAN YANG DIAMPU



8) Prasarana Pembelajaran

Jumlah Peralatan Pendukung Praktek yang tersedia :

No Nama Mesin Merk Jumlah Keadaan
Baik Rusak
1 Mesin Bubut Bere Werk China 3 3 -
2 Mesin Bor China 2 1 -
3 Mesin Bubut Sinplek Eropa 1 - 1
4 Bor Frais Taiwan 1 - 1
5 Gerinda China 2 1 -
6 Travo Las Japan 1 1 -
No Nama Alat-alat Merk Jumlah Keadaan
Baik Rusak
1 Kikir Plat 12” Indonesia 35 35 -
2 Kikir Plat 10” Indonesia 6 6 -
3 Kikir Bulat 8” Indonesia 5 5 -
4 Palu Indonesia 3 3 -
5 Sengkang Gergaji Indonesia 11 10 1
6 Penitik Indonesia 3 3 -
7 Jangka Tusuk Indonesia 2 2 -
8 Tap China 7 7 -
9 Sny China 8 8 -
10 Ragum 5” Indonesia 9 9 -
11 Ragum 4” Indonesia 18 18 -
12 Ragum Bor China 2 2 -
13 Sketmat China 8 8 -
14 Mikrometer China 3 3 -
15 Mistar China 4 4 -
16 Siki-siku Indonesia 3 3 -
17 Tangkal Tap China 11
18 Tangkal Sny China 10
19 Mata Bor Ø 5 Indonesia 5
20 Mata Bor Ø 8,5 Indonesia 5
21 Mata Bor Ø 11 Indonesia 5
22 Mata Bor Ø 13 Indonesia 2
23 Centudrill China 5
24 Pahat inta China 6
25 Pahat alur China 4
26 Pahat ulir China 4
27 Kunci Pas China 1 set
28 Kunci pas 10 – 11 China 3
29 Tang China 1
30 Stimpel China 1 set
31 Busur Derajad China 2
32 Growud end mill China 4
33 Cemer China 1
34 Teropong Las China 3
35 Meja Kerja Bangku China 7


PERPUSTAKAAN YANG KEKURANGAN BUKU DAN
MEMERLUKAN PARTISIPASI KITA












RUANGAN TATA – USAHA


KEGIATAN PRAKTEK DI BENGKEL MESIN


KEGIATAN PRAKTEK DI LABORATORIUM KOMPUTER

SISWA JURUSAN OTOMOTIF SEDANG PRAKTEK MEMPERBAIKI
SEPEDA MOTOR

Sekolah Dharma Wirawan - 03 Taggulangin, Jawa Timur

c. Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dharma Wirawan – 03, Tanggulangin

1) Sejarah berdirinya Sekolah

SMP DW – 03 Tanggul Angin didirikan pada tahun 1985. Beralamat di Jl. Raden Wijaya No. 28, Kalitengah, Tanggul Angin, Sidoarjo. Semula Sekolah ini bernama SMP “Pelita”, yang didirikan dan dikelola oleh Yayasan Pelita Tanggulangin, berdiri pada tahun 1977 berlokasi di Desa Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, dan mendapatkan Izin Operasional No. 1237/PP/PMU/7702 tanggal 05 Januari 1978. Karena perkembangan sekolah statis, akhirnya diserahkan kepada Yayasan Dharma Wirawan sejak Tahun 1983. Dan lokasi pendidikannya masih menumpang di SDN Kalitengah, Tanggulangin. Baru pada tahun 1987 sekolah mengalami perkembangan, dengan jumlah siswa mencapai 500 – siswa. Namun pada tahun 1991, sekolah mengalami kemunduran, karena :

1. Sekolah belum memiliki Gedung sendiri
2. Adanya peraturan pemerintah, bahwa sekolah-sekolah swasta tidak boleh
menumpang di sekolah negeri.
3. Selama 1 tahun pelajaran pindah menempati gedung darurat SMA Al Azhar,
Kedunganten, Tanggulangin.
4. Akibatnya kepercayaan masyarakat menjadi berkurang
5. Berdirinya beberapa sekolah berbasis Islam di daerah Tanggulangin

Dengan usaha keras Para Guru yang diprakarsai Kepala Sekolah dan dibantu Bapak Kepala Desa Kalitengah, pada tahun 1992 dapat membeli tanah seluas 1616 m2, seharga Rp. 14.000.000,- dengan uang muka hasil swadaya Dewan Guru sebesar Rp. 6.000.000,-. Kemudian dilakukan pembangunan ruang kelas, terdiri dari 3 lokal dan kantor darurat yang menghabiskan biaya sebesar Rp. 14.000.000,- bersumber dari swadaya Dewan Guru. Yayasan Dharma Wirawan menutupi kekurangan pembelian tanah sebesar Rp. 10.500.000,-, dan pada tanggal 05 Maret 1999 untuk memudahkan proses sertifikasi, maka disertifikasikan a/n Ketua Yayasan Dharma Wirawan Perwakilan Daerah Tk. I Jatim, Kol. (Purn) TNI-AD Sukirlan SH. Kemudian pada tahun 2009, dilakukan Balik Nama atas sertifikat, menjadi kepemilikan Yayasan Dharma Wirawan Pusat.

2) Pengurus Sekolah

Semenjak didirikannya sampai dengan saat ini Kepala Sekolah SMP Dharma
Wirawan – II adalah Drs. H. Mohammad Basyuni.
1. H. Moch. Basuni, BA - Kepala Sekolah
2. Asykur Rahmat, S.Pd - Wakasek Kurikulum
3. Drs. Arifin - Wakasek Kesiswaan


3) Visi dan Misi

Visi Sekolah :
“Unggul dalam prestasi, berpengetahuan dan berakhlaq mulia “

Misi Sekolah :
Meningkatkan kreativitas, dan kinerja tenaga kependidikan serta siswa yang
memiliki pengetahuan, ketrampilan, kepedulian terhadap agama dan
lingkungan sosial.

4) Status Akreditasi Sekolah

Pada awal didirikannya, Sekolah sudah mengantongi status Akreditasi “Ijin
Operasional”, kemudian meningkat menjadi status “Terdaftar” dan
meningkat lagi menjadi status “Diakui”
Pada tahun TP 2006/2007, SMP DW – III mendapatkan Status Akreditasi
dengan Peringkat Akreditasi “B”.

5) Bantuan Pemerintah

a) Bantuan dari pemerintah berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOM),
Bantuan Tunjangan Fungsional dan Tunjangan APBD untuk Guru per bulan
Rp.200.000,-/ orang, Bantuan Rehabilitasi Sekolah, dan Bantuan Perangkat
Peralatan Pembelajaran, sekolah telah memiliki perangkat pembelajaran
berupa perangkat komputer dan Sistem Multi Media serta Alat Praktikum
IPA.
Pada tahun 1993 mendapatkan Bantuan RKB Pemerintah Daerah Kabupaten
Sidoarjo sebesar Rp. 50.000.000,- dengan dana pendamping sebesar Rp.
10.000.000,- berasal dari Dewan Guru untuk menambah 2 lokal kelas.
Pada tahun 1994 mendapatkan Bantuan RKB dari Pemda Kabupaten Sidoarjo,
sebesar Rp. 30.000.000,- untuk membangun 1 lokal, yang digunakan untuk
Mushollah.Besarnya Dana BOS/Partisipasi untuk Tahun Ajar 2009/2010
dengan jumlah murid 145 – orang sebesar Rp.110.489.900,-. Pada tahun
2011/2012 mendapatkan bantuan RKB sejumlah Rp. 180.000.000,- dan telah
diwujudkan dalam bentuk bangunan pisik yang seluruhnya diperbaharui,
baik kelas-kelas, ruang guru, ruang perpustakaan, ruang laboratorium
maupun ruangan kepala sekolah dengan lantai mkeramik, dan dinding di
lapisi keramik supaya tahan lama.

b) Subsidi kepada Murid (SKM)

No Kelas Jumlah Subsidi/siswa (Rp.) Jumlah Dana (Rp)
1 VII 25 275.000,-/6 bln 6.875.000,-
2 VIII 11 550.000,-/1 tahun 6.050.000,-
3 IX 6 550.000,-/1 tahun 3.300.000,-

c) Bantuan Prestasi Kepada Murid
- Bagi murid yang memiliki peringkat prestasi I, II dan III diberikan
hadiah oleh sekolah.

d) Bantuan Intensif Guru (2011/2012)
- Tunjangan Fungsional untuk 2 orang guru sebesar Rp. 300.000,-/bulan.
- Tunjangan APBD untuk 7 orang Rp. 300.000,-/bulan.

e) Bantuan Proyek (2011/2012)
- Bantuan TIK dari Pusat : Rp. 31.000.000,-
- Block Grant Rehabilitasi 2 ruang kelas : Rp. 180.000.000,-

f) Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
- BOS Reguler : Rp. 47.500,-/murid/bulan
- BOS Daerah : Rp. 15.000,-/murid/bulan

6) Perkembangan Sekolah

a) Jumlah siswa selama 7 tahun terakhir

No. Tahun Pelajaran Jumlah Siswa Jumlah Total
Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
1 2005/2006 43 49 59 151
2 2006/2007 60 42 44 146
3 2007/2008 48 53 42 143
4 2008/2009 64 41 52 157
5 2009/2010 30 31 57 118
6 2010/2011 20 28 29 77
7 2011/2012 25 30 30 85

b) Jumlah Siswa Drop-Out

No Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jml. Total
1 L P Jml L P Jml L P Jml L p Jml
2 - 2 2 2 4 - 2 2 4 4 8

c) Jumlah Siswa Pada Akhir Tahun Pelajaran 2010/2011(Semester genap)

No Kelas VII Kelas VIII Kelas IX Jml. Total
1 L P Jml L P Jml L P Jml L P Jml
15 5 20 20 8 28 21 8 29 56 21 77

d) Jumlah Calon Peminat dan yang diterima pada TP 2011/2012

Rencana Penerimaan Pendaftar Yang Diterima
L P Jml L P Jml
20 5 25 20 5 25


e) Jumlah Tenaga Pengajar

No SDM Jumlah Keterangan
L P L+P
1 Guru tetap Yayasan 4 1 5
2 Guru Tdk Tetap/Honorer 8 4 12
3 Guru per Bantuan Dinas - - -
Jumlah 12 5 17


f) Jumlah Karyawan (Administrasi dan Satpam)

No SDM Jumlah Keterangan
L P Jml
1 KaryawanTetap - - -
2 Kryawan Lepas/Honorer 1 1 2
3 Penjaga Sekolah 1 - 1
Jumlah 2 1 3


g) Kenaikan Per Tingkat

Kelas VII Mengulang Kelas VIII Mengulang Kelas IX Keterangan

20 - 28 - 29


h) Prestasi Akademik yang dicapai selama 6 – tahun terakhir

No TP Jumlah Kelulusan % Kelulusan Tidak
Peserta Lulus
1 2005/2006 59 59 100% 0
2 2006/2007 44 44 100% 0
3 2007/2008 42 42 100% 0
4 2008/2009 50 50 100% 0
5 2009/2010 41 41 100% 0
6 2010/2011 56 56 100% 0
7 2011/2012 29 29 100% 0


i) Hasil Nilai Kelulusan Ujian Nasional TP 2009/2010

No Nilai Mata Pelajaran

B. Indo B. Inggris Matematika IPA
Klasifikasi A A A A
1 Rata-rata 7,69 8,29 8,67 8,47 33,12
2 Tertinggi 8,80 9,00 9,25 9,25 34,65
3 Terendah 5,40 6,60 7,50 6,25 29,00


j) Hasil Nilai Kelulusan Ujian Nasional TP 2010/2011

No Nilai Mata Pelajaran

B. Indo B. Inggris Matematika IPA Jumlah
1 Klasifikasi A A A A
2 Rata-rata 8.51 8.79 9.08 8.87 35.25
3 Tertinggi 9.40 9.60 9.70 9.40 36.80
4 Terendah 5.90 7.90 8.10 8.20 32.70
5 Std. Deviasi 0.50 0.37 0.39 0.26 0.94

k) Hasil Nilai Kelulusan Ujian Nasional TP 2011/2012

No Nilai Mata Pelajaran
B. Indo B. Inggris Matematika IPA Jml
Klasifikasi A A
Rata-rata 8.97 9.26 9.13 8.87 9.65 37.01
Tertinggi 9.40 9.60 9.70 9.40 8.75 34.95
Terendah 5.90 7.90 8.10 8.20 10.0 38.95
Std. Deviasi 0.50 0.37 0.39 0.26 0.30 0.99

l) Prestasi di Bidang Ekstra – Kurikuler Sekolah

Prestasi yang dicapai sekolah selama 5 – tahun berturut – turut dalam
mengikuti Ujian Nasional adalah 100%, dengan Nilai Rata-rata Kelulusan
antara 7,69 s/d 8,67. Demikian juga dalam bidang Ekstra – Kurikuler,
mendapatkan Piala Juara – I Bola Volley Tingkat Kecamatan dan Piala Juara –
I Bela Diri Fuyusikai tingkat Kejorda Jawa Timur.

m) Administrasi Keuangan Sekolah

Pendapatan Sekolah berasal dari siswa untuk mendukung kegiatan MOS, Daftar Ulang, Bapopsi, OSIS, UTS, Semesteran, Praktekum Komputer, Ebtanas, PMB dan Sumbangan Pembangunan berjumlah = Rp. 55.165.000,-. Apabila digabung dengan Dana BOS maka jumlah total Pendapatan Sekolah sebesar Rp.165.854.900,- dalam satu tahun. Dengan jumlah guru dan tenaga administrasi sebanyak 18 - orang, pendapatan ini merupakan Break Even Point.


7) Fasilitas Pendukung Belajar – Mengajar yang tersedia

No Ruang Jumlah Ruang Kondisi Keterangan
1 Kelas 3 Baik
2 KS/Guru/TU 1 Baik
3 Lab. Komputer 1 Baik
4 Km Mandi/WC Murid 1 Baik
5 Halaman Sekolah 1 Baik Cukup Luas
6 Tempat Parkir 1 Baik


8) Jumlah Peralatan Praktekum/Pendukung Pembelajaran :

No Nama/Jenis Peralatan Jumlah Kondisi
Perangkat Komputer
1 Komputer 7 unit 5 rusak
2 Laptop 2 unit Baik
Multi Media
4 TV 29 “ 2 unit Baik
5 CD Pembelajaran 2 set Baik
6 LCD Proyektor 2 unit Baik
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SEKOLAH – SEKOLAH DHARMA WIRAWAN


1. Pendahuluan

Yayasan Dharma Wirawan, disingkat “YAMAWAN”, didirikan pada tanggal 8 Nopember 1974, dan merupakan bagian dari Organisasi Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI (PEPABRI). Keberadaan YAMAWAN diakui oleh Negara secara resmi, dengan diumumkannya Anggaran Dasar Yayasan Dharma Wirawan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 14, Tambahan nomor 13, kemudian diubah dengan akta tanggal 12 September 1996 nomor 3, dan telah didaftarkan di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 16 September 1996 nomor 834/1996. Dengan diundangkannya Undang-Undang tentang Yayasan nomor 28 Tahun 2004 juncto Undang-undang nomor 16 Tahun 2001, maka Anggaran Dasar Yayasan sudah tidak sesuai lagi. Oleh karena itu Anggaran Dasar Yayasan disesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-undang tersebut.
Maksud dan tujuan YAMAWAN adalah mewujudkan cita-cita Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI, dengan meningkatkan kesejahteraan sosial khususnya bagi seluruh anggota PEPABRI dan warga masyarakat pada umumnya. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diantaranya dalam Bidang Sosial adalah mendirikan lembaga formal dan nonformal yang berupa sekolah umum dan kejuruan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Kebijaksanaan Umum Pimpinan PEPABRI dimulai dari Letjen TNI(Purn) H.I.Widyapranata dan Letjen TNI (Purn) Bambang Triantoro pada saat itu adalah agar PEPABRI mengembangkan dan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan bersama masyarakat sebagai perwujudan Dharma Bhakti Para Purnawirawan untuk ikut berperan serta secara aktif dalam memajukan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 45. Disamping itu juga para purnawirawan ini tidak melupakan akan peranannya dalam ikut aktif memajukan dan mengembangkan pendidikan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil yang tidak terjangkau oleh pendidikan negeri, yang merupakan soko guru kemajuan bangsa Indonesia. Juga sebagai balas budi TNI/POLRI yang pada masa perjuangan Kemerdekaan melawan Penjajah Belanda, antara tahun 1945 s/d 1949, menjadikan daerah-daerah dimana sekolah Dharma Wirawan itu berada, dahulunya merupakan basis-basis para pejuang dan gerilyawan RI dalam melawan dan mengusir penjajah Belanda.
Kepala Kompartemen Sosial Budaya merangkap Ketua II Pengurus Umum Yayasan Dharma Wirawan DPP PEPABRI, Laksma TNI (Purn) H. Oesman Rachman menindaklanjuti dengan kunjungan ke berbagai daerah, untuk meneruskan arahan Pimpinan PEPABRI kepada DPD PEPABRI/YAMAWAN di daerah.
Sebagai implementasi dari arahan tersebut, Pimpinan DPD PEPABRI Wilayah dan Pengurus YAMAWAN setempat, bekerjasama dengan pemuka masyarakat, penggiat bidang pendidikan dan para guru di beberapa daerah mendirikan sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi.

Sulawesi Selatan :
Pada tahun 1978 Pimpinan DPD PEPABRI dan Pengurus YAMAWAN Perwakilan Daerah Tingkat – I Sulawesi Selatan bekerjasama dengan masyarakat mendirikan Sekolah-sekolah di Wilayah Sulawesi Selatan, yang pertama adalah mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), di kota Ujung Pandang, di atas Tanah eks Kodam XIV/Hasanuddin, Jl. Syarif Alqadri No. 32 A, dan Sekolah Menengah Atas(SMA) dan Sekolah Menengah Teknik (STM) di Ujung Pandang. Kemudian pendirian SMP dan SMA ini berkembang ke daerah-daerah lain di Tana Toraja, yaitu SMA Dharma Wirawan(DW) Salluallo, Kecamatan Sangalla, SMA DW Rembon dan SMP DW Bittuang, Kec. Salluputi, SMP DW Karangan, Kec. Nengkedek, dan di kota-kota Sungguminasa, Takalar, Punagaya-Jeneponto, Balangriri-Bulukumba, serta Bacari-Bulukumba, Pare-Pare, Sungguminasa, Palu dan di Kabupaten Polmas. Juga didirikan Perguruan Tinggi dengan nama Universitas “PEPABRI” di Ujung Pandang, yang pengelolaannya berada dibawah pengendalian Ketua DPD merangkap Ketua YAMAWAN Perwakilan Daerah Tingkat - I Sulawesi Selatan, merangkap pula Ketua Umum Yayasan Pendidikan Dharma Wirawan, MayJen TNI(Purn) Andi Mattalatta.
Universitas ini pada Tahun Ajaran 1977/1978 telah meluluskan sebanyak 856 Sarjana Muda dan Sarjana Strata – 1. Saat ini Universitas “PEPABRI” Makassar memisahkan diri dari DPD PEPABRI Tk-I Sulawesi Selatan dan dikelola sendiri oleh Yayasan Pendidikan Dharma Wirawan PEPABRI Sulawesi Selatan, dan tidak lagi memiliki hubungan langsung dengan YAMAWAN Pusat/DPP PEPABRI.Dengan adanya skandal yang melibatkan oknum Universitas/Yayasan dengan mengeluarkan Ijazah palsu, dan diberitakan ramai pada media setempat di Makassar, PEPABRI merasa tercoreng nama baik dan citranya. Hal tersebut sebagai akibat Universitas tersebut memakai nama Universitas PEPABRI, Makassar, sedang Yayasan Pembinanya masih memakai nama Yayasan Pendidikan Dharma Wirawan/PEPABRI dbp. H. Bachtiar yang nyata-nyata telah memisahkan diri dari DPD PEPABRI Sulawesi Selatan serta dari Yayasan Dharma Wirawan Pusat, Jakarta, ejak tahun 2002. Untuk mejaga dan mengembalikan nama baik PEPABRI dan Yayasan Dharma Wirawan Pusat, Pimpinan DPD PEPABRI Sulawesi Selatan telah mengambil langkah-langkah hukum serta mengganti Rektor Universitas
"PEPABRI" Makasar, dengan rektor yang Baru, Prof. Dr. Hajjah Maemunah Dawy. Namun pengurus Yayasan yang lama bersikukuh tidak mau keluar dari gedung yayasan. Proses hukum dilakukan oleh Pihak DPD dan Lembaga Bantuan Hukum PEPABRI, dan saat ini sudah ditangani di Kemenkumham.

Jawa Timur :
Sejak Tahun 1985 di daerah Jawa Timur, atas prakarsa Ketua DPD PEPABRI Tingkat I Jawa Timur, BrigJen TNI(Purn) Soetjipto dan pengurus YAMAWAN, bekerjasama dengan pemuka desa dan penggiat pendidikan dan para guru, mendirikan Sekolah Menengah Pertama Dharma Wirawan di daerah Purworejo, Malang Selatan, yang menempati gedung sekolah SDN 03 Purworejo.

Pada tahun yang sama di Surabaya didirikan Sekolah Taman Kanak-Kanak Dharma Wirawan – 01, di Jln. Sedap Malam, di rumah milik Kolonel (Purn) Soemadi, yang saat itu menjadi Pengurus YAMAWAN Perwakilan Daerah Tingkat I Jawa Timur, kemudian pindah ke Jl. Residen Sudirman, karena rumah milik Kol. (Purn) Soemadi dijual, dan dibelikan rumah di Jl. Residen Sudirman. menempati sebagian rumah Kol. (Purn) Soemadi tersebut.
Kemudian berturut-turut pada Tahun 1991 dibuka Sekolah Luar Biasa(SLB) di Jl. Simo Pomahan, Tandes-Surabaya, dengan menumpang di kantor RT setempat. Selanjutnya Sekolah Taman Kanak-kanak berdiri di lahan Fasilitas Umum Komplek Perumahan ASABRI. Desa Karangsoka, Kecamatan Trenggalek Juga Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) di daerah Trenggalek, berdiri diatas tanah milik Pengurus TPQ bersangkutan. Dalam perjalanannya, TPQ ini tidak berkembang dan ditutup.

Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Kejuruan Atas didirikan di daerah Tanggul Angin, untuk menampung anak-anak yang berasal dari daerah industri Tanggul Angin dan sekitarnya. Kedua sekolah ini menempati lahan yang sama yang dibeli dengan cara mencicil dengan dana yang dikumpulkan secara patungan dari para guru SMP Dharma Wirawan - 03, yang dalam proses selanjutnya mendapat bantuan YAMAWAN untuk pelunasan kekurangan harga tanah.
Sekolah Menengah Kejuruan Atas “Penerbangan” didirikan atas prakarsa beberapa perwira penerbang TNI-AL Juanda. Sekolah ini pada awalnya mengkontrak bangunan SDN-1 Pabean, Sedati , kemudian pindah ke Jl. Abdul Rachman 49, Sedati, Sidoarjo, setelah berada dibawah naungan YAMAWAN. Dan hingga kini perkembangannya cukup baik. Berturut-turut selanjutnya didirikan Sekolah Teknik Menengah Atas di Pasuruan.

Kemudian di Malang Selatan, di desa Mentaraman, didirikan Sekolah Menengah Pertama, bekerjasama dengan tenaga pendidik setempat. Pada saat awal proses belajar-mengajarnya mengambil tempat di rumah Alm. Bpk. Irwanto selama empat tahun, kemudian atas prakarsa Kamituwo desa dan usaha para guru membeli lahan dari penduduk dengan dana yang dikumpulkan secara patungan dari guru-guru sekolah tersebut.

Sekolah Menengah Atas Bululawang didirikan diatas lahan milik Koramil Bululawang. Sekolah tersebut merupakan limpahan Sekolah Menengah Ekonomi Atas PGRI yang tidak dapt berkembang karena kekurangan murid, kemudian pada tahun 1980 menggabung ke Yayasan Dharma Wirawan menjadi Sekolah Menengah Atas Dharma Wirawan – 09 Bululawang dengan Kepala Sekolah Drs. Suhalno.

Di daerah Wonorejo, Lawang, atas inisiatif Sdr. Sukardi, S.Pd, seorang aktifis Organisasi Pemuda Panca Marga (PPM), bekerjasama Pembina Organisasi PPM, Komandan Koramil 27/0818 Lawang, Ketua LVRI Ranting Lawang dan Ketua PEPABRI Cabang Lawang, serta Ketua YAMAWAN Ranting Lawang, beserta lurah dan pamong desa setempat, mendirikan Sekolah Menengah Pertama, yang lokasinya di lereng perbukitan Wonorejo. Karena mengalami kemunduran disebabkan kekurangan calon murid, lokasi sekolah dipindahkan ke desa dibawahnya, Sumber Ngepoh, Lawang, dimana terdapat beberapa Sekolah Dasar Negeri dan Islam, yang merupakan sumber calon murid, dengan menggunakan Gedung bekas SDN – 03 desa setempat. Sekolah tersebut kemudian bernaung dibawah bendera YAMAWAN.

Di Kota Bojonegoro, atas prakarsa Ketua DPD PEPABRI Tk I Jawa Timur, didirikan Sekolah Menengah Kejuruan Atas, yang dibangun diatas lahan milik Kodam V Brawijaya, Sekolah terakhir yang bergabung dibawah naungan Yayasan adalah Sekolah Menengah Atas Bina Karya, Gedangan, Sidodadi, yang pada awalnya menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar di SDN Gedangan, Sidodadi, Malang Selatan.

Jawa Tengah :
Di Jawa Tengah, pada era sebelum Reformasi, di kota-kota Semarang, Purwokerto, Klaten dan Yogyakarta, berdiri Sekolah-sekolah Tingkat Menengah Pertama dan Atas, namun dalam perjalanan waktu, sekolah-sekolah tersebut mengalami kemunduran dan akhirnya ditutup oleh Pengurus YAMAWAN setempat.

Lampung :
Demikian juga di daerah Lampung, beberapa Sekolah Tingkat Menengah Pertama dan Atas pernah didirikan oleh Pengurus DPD PEPABRI setempat, tetapi dalam perjalanan waktu juga mengalami kemunduran, dan akhirnya ditutup.

Kalimantan Timur :
Di Balikpapan, atas prakarsa Ketua dan anggota pengurus DPD PEPABRI, YAMAWAN dan KOSGORO Kalimantan Timur pada tahun 1982 bersepakat mendirikan Yayasan Pendidikan Tinggi Universitas Balikpapan (YAPENTI UNIBA). Atas bantuan Pangdam – IX Mulawarman, MayJen TNI Henry Santoso, dipinjamkan tanah dan bangunan milik Kodam, di Jl. Sudirman, yang sebelumnya digunakan untuk tempat tahanan, namun kondisinya sudah banyak yang mengalami kerusakan. Untuk itu perlu dibangun dan direhab yang dananya berasal dari kas pribadi dan donasi dari Pengurus YAPENTI, sehingga layak sebagai Kampus Universitas dan Kantor Pengurus YAPENTI. Pada Maret 1987, Pangdam memerintahkan pengosongan bangunan kampus di Jl. Sudirman, sehingga pengurus YAPENTI harus mencari gantinya dan mendapatkan lahan di daerah Gunung Pasir, Balikpapan yang kemudian dibangun Kampus yang baru. Seiring dengan pembangunan kampus didirikanlah Fakultas-fakultas Sastra, Hukum, Ekonomi, dan Fakultas Teknik yang untuk sementara perkuliahannya dilakukan dengan menggunakan Gedung SMEA Negeri Pasar Baru dan Sekolah Teknik Gn. Pasir. Saat ini UNIBA telah berkembang menjadi 6 – Fakultas, 1 Program pendidikan Pasca Sarjana, dan 1 Program Pendidikan Diploma. Hubungan pengurus DPD PEPABRI Tk-I dan pengurus YAPENTI Dharma Wirawan Kalimantan Timur yang lama mengalami sedikit friksi, namun saat ini telah dapat diselesaikan, meskipun harus melalui jalur hukum. Dengan telah dapat diselesaikannya permasalahan tersebut, telah dibentuk Pengurus YAPENTI Baru, yang ketuanya dirangkap oleh Ketua DPD PEPABRI Pwkl Tk-I Kalimantan Timur.

2. Kendala yang Dihadapi :

Kendala yang dihadapi Sekolah-sekolah Dharma Wirawan di Jawa Timur, pada umumnya hampir sama, yaitu :

a. Lokasi sekolah berada di pinggiran kota, sehingga transportasi menuju sekolah agak terkendala;

b. Masyarakat disekitar sekolah pada umumnya adalah warga berpenghasilan rendah/pra-sejahtera;

c. Kepemilikan lahan tempat berdirinya sekolah adalah Kodam / Koramil (SMK DW - 06, Rajekwesi, Bojonegoro, SMA DW – 09, Bulu Lawang), Milik Desa ( SMP DW – 10 Sumber Ngepoh), Milik Guru-guru ( SMP DW – 07 Mentaraman, dan SMP DW – 08 Purwodadi), Fasilitas Umum Kompleks Perumahan ( STK DW – 11, Trenggalek), Milik Pribadi dengan mendapat bantuan sekedarnya dari Yayasan (SMA DW – 12, Sidodadi), Milik Pribadi sepenuhnya (STK DW – 1, Residen Sudirman, Surabaya);
d. Lahan dan Bangunan Sekolah dengan Sertifikasi YAMAWAN adalah : SMK “Penerbangan” DW – 05, Sedati, Sidoarjo; SMK DW – 02 dan SMP DW – 03 Kalianget, Tanggul Angin, dan SMK DW – 04, Jelakrejo, Blandongan, Pasuruan);

e. Kondisi bangunan dan fasilitas belajar – mengajar tadinya belum memenuhi standar sekolah yang telah ditetapkan undang-undang; namun pada saat sekarang ini sekolah-sekolah tersebut sudah memenuhi standar minimal pendidikan, dan bahkan prestasi kelulusan siswa-siswanya dari awal hingga sekarang diatas 67,5% s./d 100%.

f. Siswa dari sekolah-sekolah tersebut banyak yang berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah/pra-sejahtera;

g. Keterbatasan Jumlah Tenaga Guru;

h. Kesejahteraan Tenaga Guru dan Pengurus Sekolah masih minimal, bahkan masih terdapat sekolah yang pendapatan guru maupun tenaga administrasinya dibawah Upah Minimum Regional (UMR).


3. Prestasi dan Kinerja Sekolah-sekolah Dharma Wirawan

Meskipun menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan, prestasi siswa maupun kinerja dari para Guru dan Penyelenggara Sekolah dapat dibanggakan. Hal ini terlihat dari prestasi kelulusan siswa yang selama ini bertahan diatas angka 67,5% - 100% setiap tahunnya, dengan nilai kelulusan rata-rata yang cukup tinggi yaitu diatas nilai 6.00. Bahkan selama 3 - tahun berturut-turut semua sekolah Dharma Wirawan di Jawa Timur mencapai prestasi kelulusan yang amat membanggakan, semuanya mencapai 100%, disamping para siswanya dididik dengan disiplin tinggi. Hal ini tiada lain karena dedikasi dan pengorbanan dari pengelola sekolah maupun para guru – guru, serta tenaga administratif dan tenaga kependidikan lainnya. Demikian juga dalam kegiatan extrakurikuler, mendapatkan tempat terhormat di daerah kecamatan masing-masing, khususnya dalam kegiatan Paskibra, Lomba Gerak Jalan, Olahraga Bola Volley, Sepak Bola, Bela Diri, Tata Boga, Tata Busana, serta Cerdas Cermat.


4. Kebijakan Yayasan dalam Pembinaan Sekolah-sekolah Dharma Wirawan

Dalam upaya peningkatan mutu dan tercapainya “Good Governance” pada Sekolah-sekolah di Lingkungan Pembinaan Yayasan Dharma Wirawan, beberapa kebiajakan telah dikeluarkan oleh Pengurus Yayasan Dharma Wirawan di Tingkat Pusat, meliputi :

a. Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat No. Skep- 06/YDW/V/1998 Tanggal 28 Mei 1998 Tentang Perubahan Peraturan Kebijaksanaan Keuangan Sekolah.

b. Surat Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat No. A.29/YDW/VI/1999 Tanggal 10 Juni 1999 Tentang Formulir Isisan Laporan Pendapatan dan Penggunaan Anggaran.

c. Surat Edaran Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat No. SE- 42/YDW/VIII/1999 Tanggal 25 Agustus 1999 Tentang Penyelenggaraan Hubungan Yamawan & Lemdik Dalam Rangka Pembinaan Guru-Guru.

d. Surat Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat Nomor : 13/YDW/VI/2008 Tanggal 17 Juni 2008 Tentang Format Laporan Tahunan dan Laporan Semester Sekolah-Sekolah Dharma Wirawan.

e. Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat Nomor : Skep-01/YDW/V/2010 Tanggal 03 Mei 2010 Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Sekolah-Sekolah Dharma Wirawan;

f. Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat Nomor : Skep-03/YDW/VI/2012 Tanggal 23 Mei 2012 Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Sekolah-Sekolah Dharma Wirawan Yang disempurnakan;


g. Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat Nomor : Skep-15/YDW/XII/2010 Tanggal 14 Desember 2010 Tentang Petunjuk Pengelolaan Dana Sekolah-sekolah Yayasan Dharma Wirawan.


5. Susunan Pengurus Yayasan Dharma Wirawan Pusat Periode 2008 – 2013 :

Ketua Umum DPP PEPABRI : Jenderal TNI(Purn) Agum Gumelar

a. Pembina Yayasan(Referensi Surat Keputusan DPP PEPABRI Nomor : SKEP-005/DPP/II/2008 tanggal 28 Februari 2008) :

1. Drs. H. Yun Mulyana : Ketua Pembina
2. H. Moch. Akip Renatin : Anggota Pembina
3. H. Bachrul Ulum : Anggota Pembina
4. H. Warsono HP, MPA : Anggota Pembina
5. Hari Dwiyono Widodo, SE : Anggota Pembina

b. Pengurus Yayasan (Refenesi Surat Keputusan DPP PEPABRI Nomor : SKEP-006/DPP/III/2008 tanggal 31 Maret 2008)
1. Ir. Kusnadi Djati Yuwono, MSc : Ketua Umum
2. Drs. Aa Barnadi : Ketua Bidang Usaha
3. Drs. Ir. Soeharto, MM., MBA : Ketua Bidang Pendidikan
4. Ir. Mohtar Mahful : Sekretaris
5. H. Syafri Madjid : Bendahara

c. (Referensi Surat Keputusan DPP PEPABRI Nomor : SKEP-007/DPP/III/2008 tanggal 31 Maret 2008) :

1. H. Dahlan Effendi, SIP : Ketua Pengawas
2. Drs. Ashar Soerjobroto, MSi : Anggota Pengawas
5.Sejarah dan Perkembangan Sekolah-sekolah Dharma Wirawan di Jawa Timur.

a. Sekolah Taman Kanak-Kanak(STK) DW-01 , Surabaya.

1) Sejarah berdirinya Sekolah :

STK DW-01, Surabaya, pada awal berdirinya tahun 1985 beralamat di Jl. Sedap Malam, dan berlokasi di tempat kediaman Pengurus YAMAWAN Tk-I Jawa Timur, Kol. (Purn) Soemadi, dan di kelola oleh puteri beliau Ibu Siti Rohanah yang lulusan Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak.

Sekolah ini sangat dikenal masyarakat sekitar dengan nama STK Dharma Wirawan Sedap Malam, dan berkembang cukup baik dengan jumlah murid yang rata-rata diatas 100 – anak-anak setiap semesternya. Kemudian, sejak meninggalnya Kol.(Purn) Soemadi, rumah di Jl. Sedap Malam oleh keluarga almarhum dijual dan pindah ke alamat Jl. Residen Sudirman 37, Kec. Tambaksari, Surabaya, maka otomatis STK ini juga berpindah lokasi ke alamat tersebut. STK DW-I mendapatkan peringkat Akreditasi “A” dari Depdiknas pada tahun 2004. Namun karena lokasi sekolah tersebut sangat berhimpitan dengan jalan raya yang cukup padat, ketiadaan tempat parkir, dan terletak di lokasi bisnis, serta cukup jauh dari perkampungan penduduk, perkembangan-nya justru menjadi terhambat. Jumlah muridnya semakin lama semakin menurun, dan rata-rata hanya berkisar diantara 25 – 30 anak-anak setiap tahun pelajaran.

2) Susunan Pengurus Sekolah

Susunan Pengurus terdiri dari :
Ny. Sahoyik Sumadi - Pengelola
Ibu Siti Rohanah - Kepala Sekolah
Ibu Anik Sumarni - Guru Kelas A
Ibu Nenee Rafaida - Guru Kelas B
Bpk Dwi Sutrisno - Guru Tari
Bpk Sarip - Penjaga Sekolah

3)Perkembangan Sekolah

Dengan meninggalnya Ibu Siti Rohanah pada Tahun 2008, maka terjadi kekosongan jabatan Kepala Sekolah. Ketua YAMAWAN Tk-I, Jawa Timur, Kol.(Purn) Sukirlan SH mengangkat Sdr. Dwi Sutrisno sebagai Plt Kepala STK. Kemudian karena pemilik rumah bermaksud menjual rumahnya, dan manakala pihak Yayasan masih mau meneruskan penyelenggaraan sekolah STK DW – 01 diberi waktu selama 2 (dua) tahun dengan membayar kontrak sebesar Rp. 60,- juta. Pengurus YAMAWAN Pusat masih berusaha untuk me-lobi beberapa rekan dan pejabat di Surabaya yang bersedia membantu, namun tidak ada yang berminat untuk melanjutkan eksistensi STK DW-I.

Akhirnya diputuskan untuk menutup STK DW – 01, Residen Sudirman pada awal Tahun Ajar 2010 karena keuangan yayasan yang tidak memungkinkan. Sedang murid-muridnya dicarikan tempat di STK terdekat.