Senin, 02 Juli 2012

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SEKOLAH – SEKOLAH DHARMA WIRAWAN


1. Pendahuluan

Yayasan Dharma Wirawan, disingkat “YAMAWAN”, didirikan pada tanggal 8 Nopember 1974, dan merupakan bagian dari Organisasi Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI (PEPABRI). Keberadaan YAMAWAN diakui oleh Negara secara resmi, dengan diumumkannya Anggaran Dasar Yayasan Dharma Wirawan dalam Berita Negara Republik Indonesia Nomor 14, Tambahan nomor 13, kemudian diubah dengan akta tanggal 12 September 1996 nomor 3, dan telah didaftarkan di Kantor Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tanggal 16 September 1996 nomor 834/1996. Dengan diundangkannya Undang-Undang tentang Yayasan nomor 28 Tahun 2004 juncto Undang-undang nomor 16 Tahun 2001, maka Anggaran Dasar Yayasan sudah tidak sesuai lagi. Oleh karena itu Anggaran Dasar Yayasan disesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-undang tersebut.
Maksud dan tujuan YAMAWAN adalah mewujudkan cita-cita Persatuan Purnawirawan dan Warakawuri TNI dan POLRI, dengan meningkatkan kesejahteraan sosial khususnya bagi seluruh anggota PEPABRI dan warga masyarakat pada umumnya. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diantaranya dalam Bidang Sosial adalah mendirikan lembaga formal dan nonformal yang berupa sekolah umum dan kejuruan dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi. Kebijaksanaan Umum Pimpinan PEPABRI dimulai dari Letjen TNI(Purn) H.I.Widyapranata dan Letjen TNI (Purn) Bambang Triantoro pada saat itu adalah agar PEPABRI mengembangkan dan mendirikan lembaga-lembaga pendidikan bersama masyarakat sebagai perwujudan Dharma Bhakti Para Purnawirawan untuk ikut berperan serta secara aktif dalam memajukan pendidikan nasional sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar 45. Disamping itu juga para purnawirawan ini tidak melupakan akan peranannya dalam ikut aktif memajukan dan mengembangkan pendidikan masyarakat di wilayah-wilayah terpencil yang tidak terjangkau oleh pendidikan negeri, yang merupakan soko guru kemajuan bangsa Indonesia. Juga sebagai balas budi TNI/POLRI yang pada masa perjuangan Kemerdekaan melawan Penjajah Belanda, antara tahun 1945 s/d 1949, menjadikan daerah-daerah dimana sekolah Dharma Wirawan itu berada, dahulunya merupakan basis-basis para pejuang dan gerilyawan RI dalam melawan dan mengusir penjajah Belanda.
Kepala Kompartemen Sosial Budaya merangkap Ketua II Pengurus Umum Yayasan Dharma Wirawan DPP PEPABRI, Laksma TNI (Purn) H. Oesman Rachman menindaklanjuti dengan kunjungan ke berbagai daerah, untuk meneruskan arahan Pimpinan PEPABRI kepada DPD PEPABRI/YAMAWAN di daerah.
Sebagai implementasi dari arahan tersebut, Pimpinan DPD PEPABRI Wilayah dan Pengurus YAMAWAN setempat, bekerjasama dengan pemuka masyarakat, penggiat bidang pendidikan dan para guru di beberapa daerah mendirikan sekolah-sekolah maupun perguruan tinggi.

Sulawesi Selatan :
Pada tahun 1978 Pimpinan DPD PEPABRI dan Pengurus YAMAWAN Perwakilan Daerah Tingkat – I Sulawesi Selatan bekerjasama dengan masyarakat mendirikan Sekolah-sekolah di Wilayah Sulawesi Selatan, yang pertama adalah mendirikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), di kota Ujung Pandang, di atas Tanah eks Kodam XIV/Hasanuddin, Jl. Syarif Alqadri No. 32 A, dan Sekolah Menengah Atas(SMA) dan Sekolah Menengah Teknik (STM) di Ujung Pandang. Kemudian pendirian SMP dan SMA ini berkembang ke daerah-daerah lain di Tana Toraja, yaitu SMA Dharma Wirawan(DW) Salluallo, Kecamatan Sangalla, SMA DW Rembon dan SMP DW Bittuang, Kec. Salluputi, SMP DW Karangan, Kec. Nengkedek, dan di kota-kota Sungguminasa, Takalar, Punagaya-Jeneponto, Balangriri-Bulukumba, serta Bacari-Bulukumba, Pare-Pare, Sungguminasa, Palu dan di Kabupaten Polmas. Juga didirikan Perguruan Tinggi dengan nama Universitas “PEPABRI” di Ujung Pandang, yang pengelolaannya berada dibawah pengendalian Ketua DPD merangkap Ketua YAMAWAN Perwakilan Daerah Tingkat - I Sulawesi Selatan, merangkap pula Ketua Umum Yayasan Pendidikan Dharma Wirawan, MayJen TNI(Purn) Andi Mattalatta.
Universitas ini pada Tahun Ajaran 1977/1978 telah meluluskan sebanyak 856 Sarjana Muda dan Sarjana Strata – 1. Saat ini Universitas “PEPABRI” Makassar memisahkan diri dari DPD PEPABRI Tk-I Sulawesi Selatan dan dikelola sendiri oleh Yayasan Pendidikan Dharma Wirawan PEPABRI Sulawesi Selatan, dan tidak lagi memiliki hubungan langsung dengan YAMAWAN Pusat/DPP PEPABRI.Dengan adanya skandal yang melibatkan oknum Universitas/Yayasan dengan mengeluarkan Ijazah palsu, dan diberitakan ramai pada media setempat di Makassar, PEPABRI merasa tercoreng nama baik dan citranya. Hal tersebut sebagai akibat Universitas tersebut memakai nama Universitas PEPABRI, Makassar, sedang Yayasan Pembinanya masih memakai nama Yayasan Pendidikan Dharma Wirawan/PEPABRI dbp. H. Bachtiar yang nyata-nyata telah memisahkan diri dari DPD PEPABRI Sulawesi Selatan serta dari Yayasan Dharma Wirawan Pusat, Jakarta, ejak tahun 2002. Untuk mejaga dan mengembalikan nama baik PEPABRI dan Yayasan Dharma Wirawan Pusat, Pimpinan DPD PEPABRI Sulawesi Selatan telah mengambil langkah-langkah hukum serta mengganti Rektor Universitas
"PEPABRI" Makasar, dengan rektor yang Baru, Prof. Dr. Hajjah Maemunah Dawy. Namun pengurus Yayasan yang lama bersikukuh tidak mau keluar dari gedung yayasan. Proses hukum dilakukan oleh Pihak DPD dan Lembaga Bantuan Hukum PEPABRI, dan saat ini sudah ditangani di Kemenkumham.

Jawa Timur :
Sejak Tahun 1985 di daerah Jawa Timur, atas prakarsa Ketua DPD PEPABRI Tingkat I Jawa Timur, BrigJen TNI(Purn) Soetjipto dan pengurus YAMAWAN, bekerjasama dengan pemuka desa dan penggiat pendidikan dan para guru, mendirikan Sekolah Menengah Pertama Dharma Wirawan di daerah Purworejo, Malang Selatan, yang menempati gedung sekolah SDN 03 Purworejo.

Pada tahun yang sama di Surabaya didirikan Sekolah Taman Kanak-Kanak Dharma Wirawan – 01, di Jln. Sedap Malam, di rumah milik Kolonel (Purn) Soemadi, yang saat itu menjadi Pengurus YAMAWAN Perwakilan Daerah Tingkat I Jawa Timur, kemudian pindah ke Jl. Residen Sudirman, karena rumah milik Kol. (Purn) Soemadi dijual, dan dibelikan rumah di Jl. Residen Sudirman. menempati sebagian rumah Kol. (Purn) Soemadi tersebut.
Kemudian berturut-turut pada Tahun 1991 dibuka Sekolah Luar Biasa(SLB) di Jl. Simo Pomahan, Tandes-Surabaya, dengan menumpang di kantor RT setempat. Selanjutnya Sekolah Taman Kanak-kanak berdiri di lahan Fasilitas Umum Komplek Perumahan ASABRI. Desa Karangsoka, Kecamatan Trenggalek Juga Taman Pendidikan Al Qur’an (TPQ) di daerah Trenggalek, berdiri diatas tanah milik Pengurus TPQ bersangkutan. Dalam perjalanannya, TPQ ini tidak berkembang dan ditutup.

Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Kejuruan Atas didirikan di daerah Tanggul Angin, untuk menampung anak-anak yang berasal dari daerah industri Tanggul Angin dan sekitarnya. Kedua sekolah ini menempati lahan yang sama yang dibeli dengan cara mencicil dengan dana yang dikumpulkan secara patungan dari para guru SMP Dharma Wirawan - 03, yang dalam proses selanjutnya mendapat bantuan YAMAWAN untuk pelunasan kekurangan harga tanah.
Sekolah Menengah Kejuruan Atas “Penerbangan” didirikan atas prakarsa beberapa perwira penerbang TNI-AL Juanda. Sekolah ini pada awalnya mengkontrak bangunan SDN-1 Pabean, Sedati , kemudian pindah ke Jl. Abdul Rachman 49, Sedati, Sidoarjo, setelah berada dibawah naungan YAMAWAN. Dan hingga kini perkembangannya cukup baik. Berturut-turut selanjutnya didirikan Sekolah Teknik Menengah Atas di Pasuruan.

Kemudian di Malang Selatan, di desa Mentaraman, didirikan Sekolah Menengah Pertama, bekerjasama dengan tenaga pendidik setempat. Pada saat awal proses belajar-mengajarnya mengambil tempat di rumah Alm. Bpk. Irwanto selama empat tahun, kemudian atas prakarsa Kamituwo desa dan usaha para guru membeli lahan dari penduduk dengan dana yang dikumpulkan secara patungan dari guru-guru sekolah tersebut.

Sekolah Menengah Atas Bululawang didirikan diatas lahan milik Koramil Bululawang. Sekolah tersebut merupakan limpahan Sekolah Menengah Ekonomi Atas PGRI yang tidak dapt berkembang karena kekurangan murid, kemudian pada tahun 1980 menggabung ke Yayasan Dharma Wirawan menjadi Sekolah Menengah Atas Dharma Wirawan – 09 Bululawang dengan Kepala Sekolah Drs. Suhalno.

Di daerah Wonorejo, Lawang, atas inisiatif Sdr. Sukardi, S.Pd, seorang aktifis Organisasi Pemuda Panca Marga (PPM), bekerjasama Pembina Organisasi PPM, Komandan Koramil 27/0818 Lawang, Ketua LVRI Ranting Lawang dan Ketua PEPABRI Cabang Lawang, serta Ketua YAMAWAN Ranting Lawang, beserta lurah dan pamong desa setempat, mendirikan Sekolah Menengah Pertama, yang lokasinya di lereng perbukitan Wonorejo. Karena mengalami kemunduran disebabkan kekurangan calon murid, lokasi sekolah dipindahkan ke desa dibawahnya, Sumber Ngepoh, Lawang, dimana terdapat beberapa Sekolah Dasar Negeri dan Islam, yang merupakan sumber calon murid, dengan menggunakan Gedung bekas SDN – 03 desa setempat. Sekolah tersebut kemudian bernaung dibawah bendera YAMAWAN.

Di Kota Bojonegoro, atas prakarsa Ketua DPD PEPABRI Tk I Jawa Timur, didirikan Sekolah Menengah Kejuruan Atas, yang dibangun diatas lahan milik Kodam V Brawijaya, Sekolah terakhir yang bergabung dibawah naungan Yayasan adalah Sekolah Menengah Atas Bina Karya, Gedangan, Sidodadi, yang pada awalnya menyelenggarakan kegiatan belajar-mengajar di SDN Gedangan, Sidodadi, Malang Selatan.

Jawa Tengah :
Di Jawa Tengah, pada era sebelum Reformasi, di kota-kota Semarang, Purwokerto, Klaten dan Yogyakarta, berdiri Sekolah-sekolah Tingkat Menengah Pertama dan Atas, namun dalam perjalanan waktu, sekolah-sekolah tersebut mengalami kemunduran dan akhirnya ditutup oleh Pengurus YAMAWAN setempat.

Lampung :
Demikian juga di daerah Lampung, beberapa Sekolah Tingkat Menengah Pertama dan Atas pernah didirikan oleh Pengurus DPD PEPABRI setempat, tetapi dalam perjalanan waktu juga mengalami kemunduran, dan akhirnya ditutup.

Kalimantan Timur :
Di Balikpapan, atas prakarsa Ketua dan anggota pengurus DPD PEPABRI, YAMAWAN dan KOSGORO Kalimantan Timur pada tahun 1982 bersepakat mendirikan Yayasan Pendidikan Tinggi Universitas Balikpapan (YAPENTI UNIBA). Atas bantuan Pangdam – IX Mulawarman, MayJen TNI Henry Santoso, dipinjamkan tanah dan bangunan milik Kodam, di Jl. Sudirman, yang sebelumnya digunakan untuk tempat tahanan, namun kondisinya sudah banyak yang mengalami kerusakan. Untuk itu perlu dibangun dan direhab yang dananya berasal dari kas pribadi dan donasi dari Pengurus YAPENTI, sehingga layak sebagai Kampus Universitas dan Kantor Pengurus YAPENTI. Pada Maret 1987, Pangdam memerintahkan pengosongan bangunan kampus di Jl. Sudirman, sehingga pengurus YAPENTI harus mencari gantinya dan mendapatkan lahan di daerah Gunung Pasir, Balikpapan yang kemudian dibangun Kampus yang baru. Seiring dengan pembangunan kampus didirikanlah Fakultas-fakultas Sastra, Hukum, Ekonomi, dan Fakultas Teknik yang untuk sementara perkuliahannya dilakukan dengan menggunakan Gedung SMEA Negeri Pasar Baru dan Sekolah Teknik Gn. Pasir. Saat ini UNIBA telah berkembang menjadi 6 – Fakultas, 1 Program pendidikan Pasca Sarjana, dan 1 Program Pendidikan Diploma. Hubungan pengurus DPD PEPABRI Tk-I dan pengurus YAPENTI Dharma Wirawan Kalimantan Timur yang lama mengalami sedikit friksi, namun saat ini telah dapat diselesaikan, meskipun harus melalui jalur hukum. Dengan telah dapat diselesaikannya permasalahan tersebut, telah dibentuk Pengurus YAPENTI Baru, yang ketuanya dirangkap oleh Ketua DPD PEPABRI Pwkl Tk-I Kalimantan Timur.

2. Kendala yang Dihadapi :

Kendala yang dihadapi Sekolah-sekolah Dharma Wirawan di Jawa Timur, pada umumnya hampir sama, yaitu :

a. Lokasi sekolah berada di pinggiran kota, sehingga transportasi menuju sekolah agak terkendala;

b. Masyarakat disekitar sekolah pada umumnya adalah warga berpenghasilan rendah/pra-sejahtera;

c. Kepemilikan lahan tempat berdirinya sekolah adalah Kodam / Koramil (SMK DW - 06, Rajekwesi, Bojonegoro, SMA DW – 09, Bulu Lawang), Milik Desa ( SMP DW – 10 Sumber Ngepoh), Milik Guru-guru ( SMP DW – 07 Mentaraman, dan SMP DW – 08 Purwodadi), Fasilitas Umum Kompleks Perumahan ( STK DW – 11, Trenggalek), Milik Pribadi dengan mendapat bantuan sekedarnya dari Yayasan (SMA DW – 12, Sidodadi), Milik Pribadi sepenuhnya (STK DW – 1, Residen Sudirman, Surabaya);
d. Lahan dan Bangunan Sekolah dengan Sertifikasi YAMAWAN adalah : SMK “Penerbangan” DW – 05, Sedati, Sidoarjo; SMK DW – 02 dan SMP DW – 03 Kalianget, Tanggul Angin, dan SMK DW – 04, Jelakrejo, Blandongan, Pasuruan);

e. Kondisi bangunan dan fasilitas belajar – mengajar tadinya belum memenuhi standar sekolah yang telah ditetapkan undang-undang; namun pada saat sekarang ini sekolah-sekolah tersebut sudah memenuhi standar minimal pendidikan, dan bahkan prestasi kelulusan siswa-siswanya dari awal hingga sekarang diatas 67,5% s./d 100%.

f. Siswa dari sekolah-sekolah tersebut banyak yang berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah/pra-sejahtera;

g. Keterbatasan Jumlah Tenaga Guru;

h. Kesejahteraan Tenaga Guru dan Pengurus Sekolah masih minimal, bahkan masih terdapat sekolah yang pendapatan guru maupun tenaga administrasinya dibawah Upah Minimum Regional (UMR).


3. Prestasi dan Kinerja Sekolah-sekolah Dharma Wirawan

Meskipun menghadapi berbagai kendala dan keterbatasan, prestasi siswa maupun kinerja dari para Guru dan Penyelenggara Sekolah dapat dibanggakan. Hal ini terlihat dari prestasi kelulusan siswa yang selama ini bertahan diatas angka 67,5% - 100% setiap tahunnya, dengan nilai kelulusan rata-rata yang cukup tinggi yaitu diatas nilai 6.00. Bahkan selama 3 - tahun berturut-turut semua sekolah Dharma Wirawan di Jawa Timur mencapai prestasi kelulusan yang amat membanggakan, semuanya mencapai 100%, disamping para siswanya dididik dengan disiplin tinggi. Hal ini tiada lain karena dedikasi dan pengorbanan dari pengelola sekolah maupun para guru – guru, serta tenaga administratif dan tenaga kependidikan lainnya. Demikian juga dalam kegiatan extrakurikuler, mendapatkan tempat terhormat di daerah kecamatan masing-masing, khususnya dalam kegiatan Paskibra, Lomba Gerak Jalan, Olahraga Bola Volley, Sepak Bola, Bela Diri, Tata Boga, Tata Busana, serta Cerdas Cermat.


4. Kebijakan Yayasan dalam Pembinaan Sekolah-sekolah Dharma Wirawan

Dalam upaya peningkatan mutu dan tercapainya “Good Governance” pada Sekolah-sekolah di Lingkungan Pembinaan Yayasan Dharma Wirawan, beberapa kebiajakan telah dikeluarkan oleh Pengurus Yayasan Dharma Wirawan di Tingkat Pusat, meliputi :

a. Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat No. Skep- 06/YDW/V/1998 Tanggal 28 Mei 1998 Tentang Perubahan Peraturan Kebijaksanaan Keuangan Sekolah.

b. Surat Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat No. A.29/YDW/VI/1999 Tanggal 10 Juni 1999 Tentang Formulir Isisan Laporan Pendapatan dan Penggunaan Anggaran.

c. Surat Edaran Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat No. SE- 42/YDW/VIII/1999 Tanggal 25 Agustus 1999 Tentang Penyelenggaraan Hubungan Yamawan & Lemdik Dalam Rangka Pembinaan Guru-Guru.

d. Surat Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat Nomor : 13/YDW/VI/2008 Tanggal 17 Juni 2008 Tentang Format Laporan Tahunan dan Laporan Semester Sekolah-Sekolah Dharma Wirawan.

e. Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat Nomor : Skep-01/YDW/V/2010 Tanggal 03 Mei 2010 Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Sekolah-Sekolah Dharma Wirawan;

f. Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat Nomor : Skep-03/YDW/VI/2012 Tanggal 23 Mei 2012 Tentang Pedoman Penilaian Kinerja Sekolah-Sekolah Dharma Wirawan Yang disempurnakan;


g. Surat Keputusan Ketua Umum Yayasan Dharma Wirawan Pusat Nomor : Skep-15/YDW/XII/2010 Tanggal 14 Desember 2010 Tentang Petunjuk Pengelolaan Dana Sekolah-sekolah Yayasan Dharma Wirawan.


5. Susunan Pengurus Yayasan Dharma Wirawan Pusat Periode 2008 – 2013 :

Ketua Umum DPP PEPABRI : Jenderal TNI(Purn) Agum Gumelar

a. Pembina Yayasan(Referensi Surat Keputusan DPP PEPABRI Nomor : SKEP-005/DPP/II/2008 tanggal 28 Februari 2008) :

1. Drs. H. Yun Mulyana : Ketua Pembina
2. H. Moch. Akip Renatin : Anggota Pembina
3. H. Bachrul Ulum : Anggota Pembina
4. H. Warsono HP, MPA : Anggota Pembina
5. Hari Dwiyono Widodo, SE : Anggota Pembina

b. Pengurus Yayasan (Refenesi Surat Keputusan DPP PEPABRI Nomor : SKEP-006/DPP/III/2008 tanggal 31 Maret 2008)
1. Ir. Kusnadi Djati Yuwono, MSc : Ketua Umum
2. Drs. Aa Barnadi : Ketua Bidang Usaha
3. Drs. Ir. Soeharto, MM., MBA : Ketua Bidang Pendidikan
4. Ir. Mohtar Mahful : Sekretaris
5. H. Syafri Madjid : Bendahara

c. (Referensi Surat Keputusan DPP PEPABRI Nomor : SKEP-007/DPP/III/2008 tanggal 31 Maret 2008) :

1. H. Dahlan Effendi, SIP : Ketua Pengawas
2. Drs. Ashar Soerjobroto, MSi : Anggota Pengawas

Tidak ada komentar:

Posting Komentar